Merawat Memori Kolektif Indonesia Lewat Seni Visual dan Fakta Bersumber
nft.ai.id adalah inisiatif kuratorial independen yang memadukan jurnalisme sejarah bersumber dengan eksplorasi visual berbantuan kecerdasan buatan. Kami menerbitkan kronik visual bulanan yang dirawat bersama oleh warga.
Penegasan Status Kelembagaan Independen
Platform ini didirikan dan dioperasikan secara mandiri oleh komunitas kreator, peneliti budaya, dan warga. nft.ai.id bukan lembaga arsip negara (bukan Arsip Nasional Republik Indonesia / ANRI) dan tidak bertindak mewakili badan pemerintah mana pun.
Narasi yang dihadirkan bersandar pada literatur sejarah yang telah dipublikasikan, dokumen pers bersejarah, dan rujukan ilmiah yang dapat diperiksa oleh khalayak luas.
Tiga Lapis Narasi dalam Setiap Karya
Setiap entri arsip dirancang dengan struktur terukur untuk membedakan antara fakta objektif, refleksi kontekstual, dan ekspresi simbolik:
Kronik Fakta Terverifikasi
Rekonstruksi kronologis kejadian berdasarkan rujukan primer dan sekunder: siapa, apa, kapan, dan di mana peristiwa berlangsung tanpa bias spekulatif.
Tafsir Kurator & Konteks
Penjelasan mengapa peristiwa tersebut relevan bagi pembentukan identitas bangsa hari ini, tantangan zamannya, serta implikasi sosial yang mengikutinya.
Metafora Visual Artistik
Interpretasi simbolik lukisan digital berbantuan AI yang merangkum suasana kebatinan peristiwa. Bukan representasi foto dokumenter harfiah.
Etika Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI)
Kami memandang model pembangkit gambar AI (Generative AI) sebagai kuas digital kontemporer, bukan pengganti arsiparis atau sejarawan. Untuk menjaga integritas editorial, kami menerapkan prinsip ketat:
- Label Wajib: Setiap karya visual secara tegas ditandai sebagai karya seni berbantuan AI (AI-Assisted Artwork), baik pada tampilan web maupun metadata berkas yang diunduh.
- Bukan Manipulasi Foto: Kami tidak pernah merekayasa atau memalsukan foto asli peninggalan masa lalu untuk membelokkan bukti fisik sejarah.
- Transparansi Kurasi Prompt: Rancangan gaya visual (misalnya etsa litografi abad ke-19, gaya poster revolusi 1945, atau gaya cat minyak modern) dikurasi secara manual untuk mencerminkan nuansa kultural yang bermartabat.
Format Editorial: 10 Peristiwa Pilihan & 50 Kursi Penjaga
Setiap bulan kalender, kurator memilih 10 peristiwa pilihan. Pemilihan ini tidak mengklaim dirinya sebagai daftar sepuluh peristiwa paling menentukan secara objektif mutlak dalam sejarah Indonesia, melainkan sebagai pintu masuk tematis untuk mengajak publik membaca kembali babak-babak penting perjalanan bangsa.
Setiap peristiwa hanya diterbitkan dalam 50 unit edisi digital dengan harga terjangkau Rp50.000:
Prinsip Filateli Digital & Dukungan Gotong Royong
Konsep ini terinspirasi dari tradisi filateli (prangko peringatan): benda koleksi bernomor urut terbatas yang diterbitkan untuk mengenang momen bersejarah. Pembatasan 50 edisi bukan rekayasa kelangkaan spekulatif pasar, melainkan kuota gotong royong warga untuk membiayai riset literatur, kurasi artistik, dan pemeliharaan server arsip terbuka.
Prinsip Akses Arsip Terbuka
Seluruh naskah kronik, kronologi peristiwa, daftar rujukan pustaka, dan log koreksi dapat diakses, dibaca, dan dikutip secara cuma-cuma oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa kewajiban membeli token koleksi.